Paket nasi kebuli mulai dari Rp.17.000
Sate & gulai diolah dengan bumbu spesial
Hewan aqiqah bisa dipilih langsung dikandang / pesan online sesuai paket
Menyediakan kambing guling untuk pelengkap pesta

Pengertian Aqiqah

Menurut bahasa ‘Aqiqah artinya memotong. Aasalnya dinamakan ‘Aqiqah, karena dipotongnya leher binatang dengan penyembelihan itu. Ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong Ada pula yang mengatakan bahwa ‘aqiqah itu asalnya ialah Rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika ia keluar dari rahim ibu, rambut ini disebut ‘aqiqah, karena ia mesti dicukur.

Aqiqah adalah penyembelihan domba/kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke 7, 14, atau 21. Jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan 1 ekor untuk bayi perempuan.

Hukum Aqiqah

Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah bagi para wali bayi yang mampu (sunnah yang sangat dianjurkan) yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah.

Kewajiban Siapakah Aqiqah Itu?

Kewajiban mengaqiqahi bagi si anak yang baru lahir adalah menjadi tanggung jawab orang tua yang memikul nafkah si anak, dari harta sendiri bukan dari harta si anak. Orang lain boleh mengaqiqahkan si anak asal dengan seizin wali/ayah anak tersebut.

“Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah Hasan dan Husein, masing-masing dua ekor Qibasy” (HR. Nasa’i)

Syarat Hewan Untuk Aqiqah

Dalam masalah ini, syarat-syarat yaitu terbebasnya dari penyakit, tidak cacat dan cukup umur hal ini sama seperti hewan yang dijadikan hewan qurban. Artinya hewan yang di bolehkan untuk dijadikan qurban juga dibolehkan sebagai aqiqah. Sebaliknya, hewan yang tidak dibolehkan sebagai qurban juga tidak boleh untuk aqiqah. Mengenai jenisnya apakah yang jantan/betina “asalkan tidak memberatkan mu apakah kambing itu jantan/betina.”

Jumlah Hewan Untuk Aqiqah

Hadist tentang jumlah hewan aqiqah Rasululllah shallallahu‘alaihi wasallam memerintahkan mereka, untuk anak laki-laki aqiqah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” (HR. Tirmidzi)
Catatan:
Apabila tidak sanggup menyembelih dua ekor domba/kambing untuk anak laki-laki, maka boleh menyembelih aqiqah dengan seekor domba/kambing.

Waktu Penyembelihan Hewan Untuk Aqiqah
Penyembelihan hewan aqiqah pada hari ketujuh dari hari kelahiran anak tersebut. Berdasarkan hadits  “Setiap bayi yang baru di lahirkan terikat erat dengan aqiqahnya, yang dilakukan penyembelihan pada hari ketujuh dari kelahirannya, diberi nama dan dicukur rambutnya pada hari itu.” (HR. Khosman).

Apakah Harus Hari Ketujuh

Imam  Syafi’i berpendapat, bahwa penentuan hari ketujuh itu hanya lil ikhtiar (untuk pilihan) bukan litta’yin (untuk menentukan/memastikan).

Bila tidak mampu mengaqiqahi di hari ketujuh, maka masih boleh mengaqiqahi pada hari keempat belas/kedua puluh satu. Dan bila bayi ternyata meninggal sebelum hari ketujuh maka tidak perlu diaqiqahi. (HR. Ibnu Sunni)

Yang Disunahkan Pada Hari Aqiqah

Untuk anak laki-laki dua ekor kambing/domba, Karena Rasulullah mengaqiqahkan Al-hasan dengan dua ekor domba. Disunahkan agar bayi di beri nama pada hari itu dengan memilih nama yang terbaik, dicukur rambutnya lalu ditimbang kemudian di keluarkanlah sedekah berupa emas dan perak seberat rambutnya. Sabda rasulluah: “ setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, karena itu hendaklah disembelihkan untuk nya pada hari ketujuh, diberi nama, dan dicukur rambut kepalanya

Catatan:

Nama menjadi identitas diri, karena itu gunakan nama yang mencerminkan identitas islam yang jelas dan mempunyai arti baik. Pemberian nama yang baik di harapkan akan mempengaruhi kepada yang punya nama.

Pencukuran rambut kepala disunahkan sampai habis/botak, kalau sulit karena dikhawatirkan melukai kulit kepala boleh ditipiskan saja. Disunahkan pula mulai mencukur dari kepala sisi kanan karena setiap pekerjaan baik hendaknya dimulai dari kanan.